Revalidasi Sentra Gerabah Rendeng Malo oleh Tim Unesco Global Geopark (UGGp)

ruangdesacenter.com – Tim Unesco Global Geopark (UGGp) melakukan kunjungan ke sentra gerabah Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (11/6/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan validasi ulang atau revalidasi geopark Bojonegoro yang telah menyandang status sebagai geopark nasional pada tahun 2017 lalu dan selanjutnya bisa diusulkan sebagai Geopark Internasional.
Dalam agenda tersebut, tim Unesco Global Geopark (UGGp) meninjau langsung lokasi wisata edukasi gerabah. Lokasi ini dinilai memiliki potensi besar sebagai bagian dari elemen budaya dalam sistem geopark karena kekayaan sumber daya tanah liat yang mendukung keberlangsung kerajinan gerabah secara turun temurun.

Tim Unesco Global Geopark (UGGp) juga mengajukan beberapa pertanyaan terkait proses pembuatan gerabah serta proses pengeringan gerabah.
Kepala Desa Rendeng, Muslih memberikan penjelasan terkait proses pengeringan gerabah yang sangat tergantung pada cuaca.
“Untuk proses pengeringan gerabah itu membutuhkan waktu satu hari tergantung cuaca, kalau panas kering nya cepat dan kalau waktu hujan bisa lama keringnya, untuk bahan baku gerabah yang berasal dari tanah sungai bengawan Solo itu hanya membutuhkan waktu setengah hari saja” jelasnya.
Kegiatan revalidasi ini tidak hanya melibatkan pemerintah, karang taruna dan pelaku UMKM, tetapi juga turut melibatkan siswa siswi dari beberapa sekolah yang ada di Bojonegoro, antara lain: SDN Kedungadem 1, SDN 1 Rendeng, SDN Sudah, SDN Sugihwaras 1, SMP Negeri 1 Kedungadem, SMP Negeri 1 Kepohbaru, SMP Negeri 1 Ngraho. Para siswa siswi ini berpartisipasi dalam edukasi pembuatan gerabah, mulai dari membuat gerabah dengan media putar dan mewarnai gerabah yang sudah mereka buat.
Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKNTK) kelompok 15 dari Universitas Bojonegoro juga turut memeriahkan kegiatan revalidasi ini. Mereka berkontribusi dalam membantu pelaksanaan kegiatan revalidasi, mulai dari pendampingan kegiatan edukasi gerabah, membantu dokumentasi kegiatan serta memberi dukungan teknis selama proses revalidasi berlangsung.
Proses revalidasi ini diharapkan mampu meningkatkan status geopark Bojonegoro di kancah internasional, sekaligus mendorong pelestarian budaya serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.(*)




